Friday, October 19, 2007

KEPADA SEORANG KAWAN

konflik yang sering terjadi baik yang bersifat vertikal (antara pimpinan dengan karyawan), maupun yang bersifat horisontal (antara karyawan dengan karyawan), sesungguhnya terjadi karena beberapa faktor. Pertama, tidak adanya kejelasan visi dan misi perusahaan. Keduanya, yaitu visi dan misi, hanya dimiliki oleh pimpinan perusahaan dan tidak sampai ke karyawan yang berada di tingkat bawah sehingga mereka tidak memiliki satu pandangan dengan pimpinan perusahaan. Kondisi ini ibarat sebuah magnet, di mana kutub-kutubnya saling bertolak belakang. Energi magnet tersebut tidak mengarah pada satu tujuan. Agar ini tidak terjadi, pimpinan perusahaan harus mampu menyampaikan dan menjabarkan visi, misi dan keyakinannya. Juga harus dijelaskan manfaat misi dan visi tersebut bagi perusahaan dan karyawan.
Kedua, nilai-nilai di perusahaan seperti kejujuran kebersamaan, tanggungjawab, kedisiplinan seringkali tertutup oleh persepsi yang dibentuk oleh pengalaman, kepentingan, literatur. sudut pandang dan prinsip hidup. Akibatnya, nilai (value) yang dimiliki karyawan tidak lagi jernih dan murni karena dipengaruhi oleh persepsi dan paradigma. Untuk mengatasinya, kita harus mampu memperjelas nilai-nilai luhur dan mulia tersebut di atas sehingga akan melahirkan nilai dan tujuan yang sama. Dengan kesamaan nilai dan tujuan ini, maka konflik dengan sendirinya akan hilang.
"Hai orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian prasangka adalah dosa. Janganlah saling memata-matai, dan janganlah saling memfitnah_(QS. 49: 12)

No comments: